Menanti Janji “Menuntaskan Program yang Tertunda”

Sebagai sebuah proses yang kontinyu, pelaksanaan pembangunan tak pernah kenal kata berhenti. Pembangunan akan terus berjalan seiring dengan perkembangan dinamika dan kompleksitas persoalan serta kebutuhan hidup manusia. Bagaimana membaca kecenderungan perubahan yang terjadi berikut upaya-upaya mengantisipasinya, telah menjadi PR besar bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga kota Surabaya.

Karenanya, pembangunan disusun dengan pola yang terencana dan cermat serta komprehensif berdasarkan jangka waktu tertentu, baik jangka panjang, menengah, dan juga jangka pendek. Keberhasilan pembangunan pun ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu perencanaan yang matang, institusi yang mumpuni dan profesional, serta aspek keuangan.

Meskipun demikian, di sana-sini masih sering dijumpai sisi gelap pembangunan kota, yang menyisakan beragam masalah baru yang lebih kompleks dan krusial dari yang telah ada sebelumnya. Baik dari efek berantai yang diakibatkan oleh pembangunan yang kurang terencana, maupun oleh pelaksanaan pembangunan yang tak pernah tuntas.

Untuk menyebutkan berbagai program pembangunan yang tertunda pun, bukanlah pekerjaan sulit. Terlebih untuk kota sebesar Surabaya. Pemkot Surabaya sejatinya masih memiliki begitu banyak “tunggakan” pembangunan yang harus segera dilunasi. Lihat saja proses tarik-ulur pelepasan aset Pemkot, seperti GOR Pancasila dan Kolam Renang Brantas. Belum lagi masalah aset Pemkot hasil kerjasama dengan pihak swasta.

Sederetan masalah lain juga dapat dijumpai pada kepastian penguasaan cargo terminal yang stagnan, masalah transportasi kota, revitalisasi lahan bekas pompa bensin di jalur hijau, reklame liar, jalan tol tengah, THR yang terlantar, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memprihatinkan, taman-taman kota yang terlantar, tanah makam, Pasar Keputran, pelayanan publik yang mengecewakan, pola pengendalian pembangunan yang tidak jelas, banjir, PKL, masalah lingkungan, penataan kawasan Ampel serta beragam persoalan kota lainnya.

Apa penjelasan pemerintah atas seluruh program pembangunan yang tertunda itu? Memang ini bukanlah tugas mudah untuk menuntaskan semuanya secara instan. Namun, paling tidak, ada agenda yang jelas dan transparan yang telah disusun guna menyelesaikan berbagai tanggungan pembangunan tersebut berdasarkan skala prioritas. Dalam upaya ini, Pemkot tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi aktif dari swasta dan msyarakat juga harus dilibatkan.

 

Publik kota ini tengah menagih janji dari pasangan Bambang – Arief untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang tertunda sebagaimana yang sering didengungkan saat Pilkada yang lalu. Semoga janji-janji itu tidak hanya retorika politik semata guna meraih simpati pemilih, namun juga berlanjut dalam unjuk kerja yang nyata guna mendulang kepercayaan publik kota atas kepemimpinan keduanya. Selamat bertugas, Cak Bambang!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: