Membangun Spirit of Teamwork

Pembangunan bukanlah proses yang berlangsung begitu saja dan berjalan secara parsial. Lebih dari itu, pembangunan adalah proses yang terencana, dengan indikator-indikator tertentu untuk menilai keberhasilannya. Pembangunan merupakan kerja yang berkesinambungan tanpa putus, dengan efek-efek yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia.

Karenanya perencanaan pembangunan memerlukan perhitungan yang cermat dan hati-hati. Mengingat besaran implikasinya, perencanaan pembangunan harus ditimbang-timbang secara holistik, dengan memperhatikan kemungkinan akibat kepada seluruh aspek kehidupan masyarakat kota.

Lebih dari itu, pembangunan menuntut sinergi dari seluruh elemen pendukungnya. Hubungan yang harmonis antara masyarakat-swasta dan pemerintah menjadi kunci sukses pelaksanaan pembangunan. Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh sinergi yang terjalin di antara para manajer kota yang bernaung di bawah Pemkot Surabaya.

Kerjasama antar unit satuan kerja merupakan sebuah tuntutan logis mengingat pembangunan bukanlah sebuah pekerjaan yang diimplementasikan secara sektoral. Paradigma dan pendekatan sektoral yang digunakan dalam pelaksanaan pembangunan hanya akan menghasilkan banyak cacat pembangunan. Alih-alih meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, pembangunan dengan perspektif sempit hanya akan membawa masyarakat pada sederetan masalah baru dengan cakupan masalah yang lebih kompleks.

Carut-marut upaya mengatasi banjir hanyalah salah satu contoh. Berkaca pada peristiwa banjir yang “menenggelamkan” SMP 28 di daerah Wiyung, kita dapat melihat indikasi lemahnya koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Masing-masing dinas, baik itu Dinas Pengendalian Banjir, Dinas Tata Kota dan Dinas Bangunan (yang sekarang sudah dimerger), serta Bappeko, cenderung bekerja sendiri-sendiri, dengan perspektif tersendiri pula.

Dinas-dinas yang ada dalam struktur Pemkot harus lebih menghayati peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang tugas pokok dan fungsi mereka. Alhasil, ketika timbul masalah, masing-masing dinas berlomba-lomba untuk cuci tangan dan saling lempar tanggung jawab.

Kota ini memerlukan kerjasama yang sinergis dari seluruh elemennya, khususnya pada jajaran Pemkot Surabaya selaku pelaksana sekaligus penanggung jawab pembangunan kota ini. Membangun teamwork yang tangguh menjadi syarat mutlak demi keberhasilan pembangunan. Mengacu pada Scholtes & Joiner (1996) tuntutan atas teamwork muncul karena: pekerjaan semakin kompleks, dibutuhkan kreativitas, ketidakjelasan arah masa depan, tuntutan efisiensi penggunaan sumber daya, tuntutan komitmen kerja yang tinggi, tuntutan kooperasi pelaksanaan kerja, tuntutan proses kerja yang interfungsional.

Konon, perampingan dinas adalah salah satu jawaban Pemkot guna mengatasi krisis koordinasi yang berkembang selama ini. Publik kota ini tentunya telah menunggu dengan penuh harap atas kinerja Pemkot ke depan. Akankah perampingan itu membawa dampak yang signifikan bagi perbaikan kualitas pelayanan publik Kota Surabaya? Selamat bertugas, Cak Bambang!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: