Refleksi dan Tantangan Surabaya Bangkit

Tak lama lagi, Kota Surabaya akan menyambut hari jadinya ke-713. sebuah perayaan meriah nan akbar pun telah disiapkan oleh pemerintah kota. Warga pun mungkin akan menyambutnya dengan sukacita. Terlebih bagi KONI Surabaya, yang memang memiliki nilai tersendiri pada peringatan hari jadi kota itu. Tepat pada tanggal 31 Mei 2006 nanti, program Surabaya Bangkit yang dideklarasikan oleh KONI Surabaya genap berusia 2 tahun. Untuk menyambutnya, KONI Surabaya menggelar event Piala Walikota ke-3 yang merupakan agenda rutin KONI Surabaya setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2006 ini, Piala Walikota diikuti oleh 37 cabang olahraga. Walikota pun telah berkomitmen untuk ikut menghadiri pembukaan kejuaraan masing-masing cabang olahraga tersebut. Kesediaan Walikota itu adalah langkah maju bagi keterlibatan pemerintah dalam pengembangan olahraga di tingkat daerah.

Dalam kurun waktu dua tahun itu, apa saja yang telah diraih dunia olah raga Surabaya melalui program Surabaya Bangkit? Tentunya insan olah raga Surabaya boleh sedikit berbangga denga torehan prestasi yang telah dicapai atlet-atlet kota ini setelah program tersebut dicanangkan. Paling tidak, prestasi yang telah diukir dalam kurun satu setengah tahun bisa menjadi tolok ukurnya. Beberapa cabang olahraga, seperti pencak silat, menembak, panahan serta berbagai cabang yang lain yang berasal dari Puslatcab Junior telah mampu berbicara di level nasional. Dan yang paling membanggakan, pada tahun 2006 program ini dilirik sebagai pilot project Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam pembinaan atlet usia dini. Keberhasilan program Surabaya Bangkit juga akan menjadi pemasok atlit guna mendukung program Jatim 100 ataupun Jatim 200.

Rentang waktu dua tahun boleh jadi bukan waktu yang sedikit, meskipun juga teramat sedikit jika dibandingkan dengan filosofi program Surabaya Bangkit yang digagas sebagai program yang berkelanjutan dan bukannya program instan yang mampu menyulap dunia olahraga langsung meningkat dan juga mencetak atlet langsung berprestasi. Sebagai landasan dari program ini, KONI Surabaya membangun pemahaman, bahwa untuk mencapai prestasi yang baik diperlukan persiapan yang matang, bertahap serta konsisten, dengan stamina yang tinggi bagi komitmen jangka panjang. Karena itu pula, program ini menuntut keterlibatan seluruh elemen kota ini, baik pemerintah, swasta, masyarakat, maupun pelaku olahraga itu sendiri.

Meskipun demikian, terlepas dari berbagai prestasi yang telah diraihnya, program Surabaya Bangkit pun tak luput dari beragam tantangan yang menghadangnya. Tantangan terbesar adalah merubah cara pandang publik terhadap dunia olahraga. Merubah paradigma memang bukan pekerjaan mudah. Namun, itulah risiko yang harus diambil jika kita memang bersungguh-sungguh berupaya mengembalikan kejayaan olahraga nasional umumnya, dan Surabaya khususnya.

Dahulu, kota Surabaya cukup disegani dalam percaturan olahraga tanah air. Beberapa nama olahragawan besar yang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di negeri orang pernah muncul dari Surabaya. Kita pun mengenal atlet-atlet legendaris seperti Sian Liong (pemain sepak bola), Nyo Kim Bie hingga Rudi Hartono (keduanya adalah atlet bulutangkis). Namun, perkembangan dunia olahraga tanah air akhir-akhir ini justru menunjukkan proses regenerasi atlet yang menurun. Kondisi demikian juga dialami Surabaya. Nama-nama olahragawan besar semakin sedikit yang berasal dari Surabaya.

Di tengah iklim minus prestasi itu, KONI Surabaya pun berimprovisasi dengan mengembangkan program Surabaya Bangkit yang dideklarasikan dua tahun lalu. Prestasi atlet Surabaya pun, jika diukur melalui perolehan medali pada berbagai event olahraga, pada tahun 2005 telah meningkat sebesar 20% dibandingkan pada tahun 2004. Atas dasar itu pula, KONI Surabaya menargetkan peningkatan prestasi tersebut sebesar 30% pada tahun 2006. Tentu saja, ini bukanlah target yang terlalu muluk, mengingat langkah-langkah prinsipil yang telah dilaksanakan oleh KONI Surabaya untuk memperkuat struktur organisasinya.

Graha Surabaya Bangkit dikembangkan sebagai rumah bagi para olahragawan Surabaya, yang menandai kebangkitan dunia olahraga Surabaya. Dari bangunan yang sederhana itu, beragam persoalan olahraga di kota ini didiskusikan dan dicari solusi terbaiknya. Dari gedung yang telah memberi sinar terang bagi olahraga Surabaya itu pula para atlet dilepas untuk berlaga diberbagai event, membawa panji Surabaya. Dan di ruang yang kecil itu pula, penghargaan bagi para atlet berprestasi diberikan.

Selain itu, KONI Surabaya pun aktif membangun relasi yang harmonis dengan orang tua atlet berprestasi serta lembaga-lembaga pendidikan tempat para atlet tersebut menimba ilmu. Dengan demikian, diharapkan para atlet Surabaya tidak hanya berprestasi di arena olahraga namun juga memiliki prestasi yang membanggakan di bidang akademis. Dukungan orang tua itu memiliki arti yang besar bagi kemajuan olahraga atlet itu sendiri.

Upaya menjalin relasi yang harmonis itu tentu saja tak luput dari berbagai tantangan. Keragu-raguan orang tua bahwa profesi olahragawan dapat menopang kehidupan anak-anak mereka, misalnya. Persepsi ini bukanlah hal yang sederhana untuk diluruskan. Belum lagi sikap beberapa sekolah yang masih memandang dunia olahraga sebelah mata. Para atlet pun hanya diberi pilihan antara olahraga atau sekolah. Menyadari permasalahan ini, KONI Surabaya membangun koordinasi dengan Diknas dan sekolah-sekolah tanpa henti. Hasilnya, mulai terbangun kesadaran atas pentingnya prestasi olahraga itu. Terlebih, jika dikaitkan dengan UU Sistem Keolahragaan Nasional yang memperkenalkan tiga jenis olahraga: olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi.

Bahkan, beberapa sekolah telah memberikan bentuk perhatian yang istimewa kepada pengembangan olahraga, seperti program pendidikan olahraga yang dikembangkan di SMP Muhammaddiyah 2 dan SMA 2 Surabaya. Rencananya, pola yang telah dikembangkan di kedua sekolah itu akan didiskusikan bersama guna melihat kemungkinan penerapannya di seluruh sekolah yang ada di kota ini. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi pola pikir sekolah yang menghambat prestasi atlet dengan mempertentangkannya dengan prestasi akademik.

Tantangan lain yang dihadapi pengurus KONI Surabaya dalam mensukseskan program Surabaya Bangkit berkenaan dengan persepsi yang dianut oleh beberapa kalangan olahraga yang berupaya menggapai prestasi secara instan. Cara pandang yang demikian berakar dari pengalaman masa lalu mereka. Merubah pandangan ini merupakan sebuah perjuangan tersendiri. Di sinilah letak peran teknologi. Dan KONI Surabaya sepenuhnya menyadari kelemahannya dalam bidang itu. Dari sini, KONI Surabaya kemudian menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam bidang pengembangan IPTEK olahraga.

KONI Surabaya pun tak berhenti mencari peluang guna memberi akses yang lebih besar bagi para atlet Surabaya untuk mengembangkan prestasinya. Salah satunya dalam hal keterbatasan fasilitas olahraga dan pendanaan berbagai event olahraga. Menyiasati kondisi ini, KONI Surabaya menggandeng berbagai venues dan perguruan tinggi yang memiliki fasilitas olahraga. Melalui kerjasama ini berlangsung optimalisasi pemanfaatan fasilitas olahraga tersebut, sekaligus sebagai wahana untuk memperkenalkan venues dan perguruan tinggi itu kepada masyarakat luas melalui aktivitas olahraga yang diselenggarakan di sana.

Di samping itu, KONI Surabaya juga aktif menjalin kerjasama dengan sebelas perguruan tinggi untuk memberi peluang yang lebih besar kepada para atlet berprestasi guna memperoleh akses pendidikan yang lebih baik secara cuma-cuma. Semuanya kini berpulang kepada para atlet yang memperoleh beasiswa itu untuk memanfaatkan kesempatan emas yang mereka peroleh dengan sebaik-baiknya.

Satu prestasi lagi yang juga ditorehkan oleh KONI Surabaya adalah kerjasama yang dibangun dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Surabaya dalam pembuatan website KONI Surabaya. KONI Surabaya adalah satu-satunya KONI di tingkat cabang yang memiliki situs tersendiri. KONI Surabaya pun berupaya untuk selalu meng-up date situs itu agar dapat berperan sebagai jendela informasi dan forum komunikasi tentang perkembangan olahraga di Surabaya, sekaligus sebagai cikal bakal untuk membangun Surabaya Sport Information Center.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: