PMI Setelah Mukernas 2006

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI 2006 yang diselenggarakan di Jatiluhur pada 8 – 10 November silam telah lama berlalu. Pekerjaan besar pun menanti seluruh insan PMI guna merealisasikan segala keputusan Mukernas tersebut. Tentunya, hasil-hasil Mukernas sangat diharapkan dapat menunjang operasional dan kinerja PMI di tahun-tahun mendatang.

Harapan ini sangat beralasan, mengingat isu-isu yang diangkat dalam Mukernas itu seharusnya berangkat dari realita keseharian yang ada dalam derap langkah PMI. Dus, keputusan yang dihasilkan pun mampu memberi jawaban atas berbagai persoalan dan kendala yang acapkal ditemui di lapangan. Dalam hal ini, kabar gembira patut disambut oleh seluruh insan PMI karena hasi-hasil Mukernas secara keseluruhan memiliki korelasi yang positif terhadap berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pengabdian PMI kepada bangsa. Secara umum, peningkatan kapasitas pelayanan dan sumberdaya PMI tetap menjadi prioritas utama dalam rencana kerja PMI pada tahun 2007 yang akan datang.

Perumusan dan pengembangan berbagai kebijakan yang dapat menunjang upaya penanganan bencana secara cepat, tepat dan terorganisir juga menjadi agenda utama yang tak ditinggalkan. Upaya-upaya peningkatan kualitas internal ini juga dibarengi dengan strategi pembangunan citra PMI yang positif di mata khalayaknya. Di sini, peran komunikasi memegang kendali utama. Karena itu pula, keberadaan Humas menjadi sangat dominan sebagai ujung tombak organisasi, baik dalam publikasi, promosi, maupun dalam membangun budaya organisasi yang lebih mapan.

Jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga lain juga tidak ketinggalan. PMI bukanlah organisasi super yang mampu menangani berbagai persoalan kemanusiaan di negeri ini seorang diri. Sebaliknya, berbagai upaya untuk mengembalkan anak negeri kepada identitas ke-manusia-annya akan kian optimal melalui kolaborasi dengan pihak-pihak lain yang bervisi serupa. Termasuk dalam hal dukungan keuangan, baik untuk operasional organisasi maupun dana-dana untuk penanggulangan bencana.

Khusus untuk membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangannya, pengurus PMI berkomitmen untuk menggunakan jasa akuntan publik agar diperoleh penilaian yang netral dan objektif, yang diikuti dengan peningkatan kinerja dan kapasitas personil melalui berbagai program pelatihan, diklat dan kursus dalam bidang keuangan.

Sementara untuk menunjang operasional PMI di lapangan, manajemen logistik akan diterapkan dengan mekanisme monitoring dan evaluasi secara berkala. Wawasan insan PMI akan terus dibangun melalui optimalisasi fungsi perpustakan dan melengkapi bahan-bahan tentang peran dan tugas PMI, sebagai referensi bagi seluruh anggota. Penyelenggaraan kursus dokumentasi dan perpustakaan meruakan keniscayaan yang menyertainya, seiring dengan tuntutan untuk memiliki tempat arsip yang teratur.

Semoga dengan semua komitmen yang telah dirumuskan dalam Mukernas 2006 tersebut, langkah PMI dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi segenap anak negeri ini dapat berjalan dengan lebih optimal. Tentu saja, hasil yang maksimal itu tak dapat dilepaskan dari dedikasi para insan PMI itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: