Perubahan

Banyak perubahan yg terjadi dalam pengelolaan proyek dengan berbagai kondisi yg sangat berbeda kasusnya tapi semua berujung pada lambatnya penyerapan. Memang agak ironis bahwa pada aal proses penyusunan anggaran semua pihak selalau berjuang untuk meningkatkan anggaran institusinya masing masing. Tapi alangkah ironisnya pada saat waktu telah menunjukkan pertengahan tahun ternyata penyerapan baru mencapai 20% an.Kita mengetahui bersama bagaimana ”kultur” PNS selama ini yg seringkali terganggu effektivitasnya kalau berada pada puasaResistensi datang dari personal maupun secara organisasi seperti yg disamapaikan oleh Greenberg dan Baron(2003) dalamm Widodo (2006) sbb
Hambatan perorangan adalah :1.Economic insecurity(ketidakamanan ekonomi)
Setiap perubahan mempunyai potensi untuk membuat seseorang akan kehilangan pekerjaan atau menurunnya upah.2.Fear of then unknown(ketakutan atas hal yg tidak giketahui)
Perubahan adalah merubah sesuatu yg sudah mapan dan menjadikan kondisi yg tidak biasa. perubahan sering ditolak karena orang takut menghadapi konsekwensi dari perubahan yg wujudnya dalam banyak hal belum jelas.

3.Threats to social relationships(ancaman terhadap hubungan sosial
Perubahan bisa mengubah persahabatan kelompok yg memberikan penghargaan sosial yg sangat berharga.Suatau perubahan bisa merusak tatanan hubungan sosial yg tidak diinginkan.Mereka ingin status quo.

4.HABBITS(KEBIASAAN)
Perubahan cara mengerjakan pekerjaan menunutut tantangan mengembangkan keterampilan pekerjaan baru,yg dianggap tidak memberikan kenyamanan.

5.Failure to recognize need for change(kegagalan mengenal kebutuhan untuk berubah)
Banyak orang gagal mengenal perubahan karena kurang memahami arti pentingnya melakukan perubahan karena didominasi oleh kepentingannnya.

Orang yg sama mencoba menjelaskan mengapa adanya hambatan bagi perubahan organisasi yaitu :

1.Structural inertia(kelembaman struktural)
Kekuatan organisasional bertindak pada pekerja,mendorong mereka mewujudkan pekerjaannya dalam cara tertentu spt pelatihan,sisstem penghargaan,sehingga membuat mereka resisten pada perubahan.

2.Workgroup inertia(kelembaman kelompok kerja)
Kelembaman tidak hanya datang dari perorangan yang juga dari kelompok sosial dimana mereka bekerja.Kelompok sosial dapat mempengaruhi kelompok kerja dalam organisasi.

3.Threats to xisting balance of power(tantangan terhadap keseimbangan kekuatan yg ada)
Jika perubahan dilakukan dengan penghargaan kepada mereka yg bertanggung jawab,pergeserandalam keseimbangan kekuatan antara individu dan sub unit organisasi mungkin terjadi.unit yg sekarang mengontrol sumberdaya, memiliki keahlian dan memegang kekuasasan mungkin takut ,kehilangan posisi menguntungkan yg mungkin terjadi diperoleh dari perubahan organisasi.

4.Previously unsuccesful change(usaha perubahan sebelumnya tidak berhasil)
Kelompok atau seluruh organisasi yg pernah tidak berhasil memperkenalkan perubahan dimasa yg lalu mungkin berhati hati menerima usaha lebih lanjut untuk memperkenalkan perubahan kedalam sistem

Biasanya bila orang tidak menyetujui perubahan akan memperlihatkan resistensinya dengan cara antara lain :

1.menurunkan produktivitsnya,sambil mereka menggunakan waktu untuk mencari informasi tentangperubahan atau sekedar menggerutu.

2.Sering menahan langkah mereka dan berusaha memperlambat perubahan sedapat mungkin yg bisa mereka lakukan.

3.Menunjukkan tidsk adanya antusiasme untuk belajar atau berlatih mengenai prosedur baru.

4.Meningkatkan kemangkiran dalam usaha menghindari proses perubahan bersama,sebagian lain diminta mngambil cuti sebab mereka benar benar menjadi sakit stress karena perubahan untuk ini jangan underestimate terhadap perubahan sebab hal berikut:

1.Resistensi bersifat menjalar dan menular
Cukup hanya mengambil satu orang yg ditakuti terhadap perubahan dan menyatakan ketakutan mereka kepada kawan kawan sekerja,dan sebelum anda menyadari telah berkembang sepertin kobaran api.
Orang berbicara dngan orang yg dijumpai di elevator.lobby,atau cafetariA.Pembicaran semacam itu menurunkan produktivitas karena semakin banyak karyawan menggunakan semakin banyak waktu untuk mendiskusikan ketakutan mereka dan semakin berkurang waktu bekerja.

2.Resistensi bersifat melumpuhkan
Jika karyawan dipaksa bahwa tidak terdapat alasan untuk melakukan perubahan tertentu,maka tidak akan mendapatkan manfaatt dari satu pelatihan misalnya.Waktu dan uang yg dikeluarkan akan sepenuhnya diboroskan.

3.Resistensi bersifat merintangi
Dengan maksud membuat perubahan terlaksana,misalnya bawahan memerlukan peralatan baru.untuk memungkinkan mereka menggunakan peralatan baru,maka harus dipesan dan dikirimkan,
Akan tetapi orang Bagian Pembelian yg takut bahwa perubahan akan menghapuskan pekerjaan mereka tidak bergerak memesan peralatan dan karenanya tidak pernah sampai.Pemikiran dibalik ini adalah bahwa tanpa peralatan baru maka tidak akan ada perubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: